Senin, 29 November 2010

AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Definisi akuntansi
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. Jika di lihat dari arti kata dan bahasanya akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Akuntansi akan membantu menyajikan suatu laporan keuangan dan menjabarkan semua aktivitas (transaksi) dalam suatu bisnis yang akurat, dan  untuk menyiapkan informasi-informasi keuangan, akuntansi menggunakan laporan akuntansi atau laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri dari empat jenis laporan keuangan yaitu, neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas.
·         Neraca, adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir tahun. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada didalam perusahaan tersebut.
·         Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
·         Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
·         Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam menghasilkan kas dimasa mendatang.
 Pencatatan setiap transaksi di sebuah perusahaan disebut dengan pembukuan yang artinya meringkas beberapa macam kegiatan transaksi keuangan kedalam suatu buku akuntansi dan melaporkannya kepada manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya seperti pemegang saham, kreditur atau pemilik perusahaan.
Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :

1.      Penekanan pada aspek fungsi yaitu pada penggunaan informasi
akuntansi.
Berdasarkan aspek fungsi akuntansi didefinisikan sebagai suatu disiplin
ilmu yang menyajikan informasi yang penting untuk melakukan suatu
tindakan yang efisien dan mengevaluasi suatu aktivitas dari organisasi.
Informasi tersebut penting untuk perencanaan yang efektif, pengawasan
dan pembuatan keputusan oleh manajemen serta memberikan
pertanggungjawaban organisasi kepada investor, kreditor, pemerintah
dan lainnya.

2.      Penekanan pada aspek aktivitas dari orang yang melaksanakan proses
akuntansi.
Dalam aspek ini orang yang melaksanakan proses akuntansi harus :
• Mengidentifikasikan data yang relevan dalam pembuatan keputusan.
• Memproses atau menganalisa data yang relevan.
• Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk
pembuatan keputusan.
Akuntansi sangat di butuhkan dalam suatu perusahaan atau dalam kegiatan berbisnis untuk memberikan laporan-laporan tentang keuangan. Di era globalisasi seperti sekarang ini akuntansi di bantu dengan tekhnologi tinggi yang berkualitas. Lebih efisian memang menggunakan jasa tekhnologi khususnya komputer tetapi peranserta manusia pun sangat di butuhkan sebagai oprator atau usernya.
Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi. Selain itu juga akuntansi menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. entitas adalah badan usaha/perusahaan/organisasi yang mempunyai kekayaan sendiri. Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak di dalam organisasi itu sendiri (internal) maupun pihak-pihak di luar organisasi( eksternal). Pihak manajemen merupakan contoh pemakai informasi dari kalangan internal. Informasi akuntansi oleh manajemen dimanfaatkan untuk perencanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas usaha yang dilaksanakan.  Sedangkan contoh untuk pihak-pihak dari luar organisasinya (eksternal) di bagi menjadi dua, yaitu : pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi contoh : investor dan kreditor dan pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi contohnya : analis ekonomi, pegawai, dan lembaga-lembaga pemerintah.
Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja. Artinya akuntansi akan memberikan laporan bersifat periodik atau bersifat rutinitas perusahaan pertahun, sedangkan yang bersifat sewaktu-waktu di gunakan apabila terjadi ke salahan, penyalahgunaan pemakaian keuangan dan lainnya agar dapat terlihat jelas transaksi keuangan yang sebenarnya.
Jenis-jenis akuntansi
·         Akuntansi biaya
Akuntansi biaya adalah proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya:
biaya standar (standard costing), adalah merupakan biaya yang dijadikan acuan atau batasan dalam perhitungan biaya. Acuan seperti ini lazimnya digunakan pada biaya produksi yang meliputi biaya standar bahan langsung, biaya standar tenaga kerja langsung dan biaya standar overhead pabrik variable.
 Biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), adalah  biaya yang di keluarkan berdasarkan semua kegiatan perusahaan seperti beban-beban, pembelian peralatan/perlengkapan dan lain-lain.
biaya berdasarkan hasil (throughput accounting) adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan karena adanya penghasilan atau biasa di sebut dengan beban pendapatan.
·         Akrual basis dan kas basis
Pencatatan dalam akuntansi pada umumnya berdasarkan dua sistem yaitu basis kas dan basis akrual. Basis kas (Cash Basis) Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Basis akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan.
·         Akuntansi keuangan
Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. SAK ini mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, menggantikan Prinsip-prinsi Akuntansi Indonesia tahun 1984.
·         Akuntansi manajemen
Akuntansi manajemen adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
    II.            SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pengertian
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Jadi sistem akuntansi informasi ialah Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak dalam perusahaan (internal) dan pihak luar perusahaan (eksternal).
Sejarah SIA
Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP.
·         Fokus Baru Pada Informasi
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai  diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
·         Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan
Sementara SIM terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.


·         Fokus Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.
·         Fokus Potensial Pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.
Manfaat SIA
  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
·         Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
·         Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
·         Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
·         Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
·         Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Dari penjelasan tentang definisi sistem akuntansi maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari sistem akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi.  Jadi inti dari tujuan SIA yang sebenarnya ialah untuk : memproses, menyajikan, melaporkan/memberikan informasi berupa data-data transaksi yang akan di laporkan ke pihak-pihak luar organisasi (eksternal) ataupun pihak yang ada di dalam organisasi (internal).
Kesimpulan
Jika dilihat dari tulisan di atas jadi perlu kita simpulkan bahwa, Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Dan bertujuan untuk mempaparkan semua kegiatan akuntansi (transaksi) untuk kemudian di laporkan, dan hasilnya di berikan kepada piohak-pihak dalam organisasi (internal) dan pihak dari luar organisasi (eksternal). Kemudian dengan bantuan fasilitas tekhnologi yang tinggi pula akuntansi bias dikerjakan dengan mudah, dan efisien. Meskipun tetap saja harus ada campur tangan manusianya yang harus mengaudit kembali semua hasil laporan dari SIA itu sendiri.

Jumat, 26 November 2010

FRANCHISING

Pengertian
Franchising adalah individu/perusahaan yang diberikan hak oleh franchisor dengan cara membeli hak tersebut untuk area dan periode tertentu. Sedangkan franchisor adalah perusahaan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk mendistribusikan satu produk/jasa mempergunakan merek, logo dan sistem operasi yang dimilikinya. Dalam bahasa Indonesia franchising disebut juga waralaba. Masing-masing negara memiliki definisi sendiri tentang waralaba. Amerika melalui International Franchise Association (IFA) mendefinisikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchise, yang artinya hubungan antara franchisor dengan franchise sangat kontarktual, dimana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara berkelanjutan (continue) pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchise misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor), dimana franchisee menamankan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri. Di dalam prosesnya, terjadi hubungan kontrak antara franchisor (pemilik merek) dengan franchisee (penerima merek). Misalnya dalam hal pelatihan khusus yang harus di berikan kepada franchisee untuk dapat mempertahankan stabilitas produk, format serta standard operasional sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan, yang menjadi citra suatu merek tersebut. Kegiatan bisnis dengan system franchise tentunya berbeda dengan kegiatan bisnis secara konvensional. Dalam bisnis franchise terjadi suatu perjanjian antara pemilik merek dengan penerima merek, karena pada dasarnya dalam kegiatan ini franchisee hanya membeli hak lisensi dari seorang pemilik merek untuk dapat menjalankan perdagangannya dengan format tertentu dalam suatu perjanjian sebelumnya. Selanjutnya pemilik merek hanya akan menjalankan control.  Dalam franchisor atau waralaba terdapat berbagai macam istilah-istilah yang perlu kita ketahui juga, diantaranya :
·         Franchisor : pemberi franchise
·         Franchisee : penerima franchise
·         Franchise fee : merupakan biaya atas pembelian hak lisensi dalam kurun waktu tertentu.
·         Royalty fee : merupakan biaya kontribusi  yang diberikan secara berjangka oleh franchisee pada franchisor.
·         Master franchising : meeupakan pemberian hak kepada franchisee untuk suatu wilayak khusus. Sehingga franchisee berhak untuk men sub franchise kan lagi usahanya untuk beberapa perusahaaan laih pada wilayah tertentu yang disepakati.
·         Advertising fee : biaya kontribusi dari franchisee kepada franchisor atas kegiatan promosi yang bersifat nasional.
Sejarah franchise
Di Indonesia franchise (waralaba) dikenal sejak era 70an ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan Burger King. Perkembangannya terlihat sangat pesat dimulai sekitar 1995. Data Deperindag pada 1997 mencatat sekitar 259 perusahaan penerima waralaba di Indonesia. Harus di akui bahwa perkembangannya sangat pesat sekali, dari tahun ke tahunnya penerima waralaba sangat banyak meskipun usaha franchise pernah mengalami kemerosotan karena adanya krisis moneter di Indonesia. Pada saat itu penerima waralaba asing di Indonesia terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang terperosok sangat dalam. Para penerima waralaba khususnya orang asing terpaksa menutup usahanya karena krisis tersebut sekitar tahun 1998, sampai tahun 2000pun para franchise asing masih menunggu untuk masuk ke Indonesia.  Hal itu dikarenakan ekonomi dan politik di Indonesia masih jauh di bawah kestabilan, artinya di Indonesia pada saat itu ekonomi dan politiknya sangat tidak stabil. Baru di tahun 2003 franchise di tanah air pun mengalami perkembangan yang sangat pesat. Franchise pertama di kenal di dunia pada tahun 1851 oleh Singer Sewing Machine Company, produsen mesin jahit Singer. Pola itu di ikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menunjuk distributor franchise pada tahun 1898. Selanjutnya, diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika sebagai saluran distribusi di AS dan negara-negara lain. Sedangkan di Inggris waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg pada dekade 60an. Dari tahun ke tahun bisnis franchising terus berkembang dengan pesatnya.
Jenis-jenis franchise
Berdasarkan kriteria yang digunakan, kita bisa membedakan jenis franchise. Secara umum, kita bisa membedakan franchise industrial dan franchise komersial:
1.      Franchise industrial Adalah suatu bentuk kerjasama wirausaha antar pengusaha(manufacturer). Franchisor adalah pemilik sistem manufacture dan/atau brevet eksklusif. Di sini, franchisor memberikan pengusaha (manufacturer) lainnya hak mengeksploitasi sistem manufacture dan/atau brefet eksklusif dan mengoperasikannya di wilayah yang terbatas. Karena dengan semua sarana yang dimiliki akan memungkinkan franchisee melakukan bisnis usaha yang sama dengan franchisor, yaitu dengan mengkopi formula dan metodologi yang ditransferkan. Oleh karena itu, franchisor tidak menyerahkan kepada franchisee integralitas dari prosedur produksi melainkan  hanya sebagian.
2.      Franchise komersial, terdiri dari:        
·         Franchise distribusi produk: adalah franchise yang bertujuan mengkomersialisasi satu atau beberapa produk, yang biasanya diproduksi oleh franchisor atau didistribusikan oleh franchisor secara eksklusif
·         Franchise distribusi jasa: obyek perusahaan terdiri dari satu atau kesatuan dari jasa, yang dikomersialisasikan oleh franchisee, berdasarkan metodologi yang dia terima dari franchisor. Jenis franchise ini membutuhkan kontrol yang cukup ketat dari franchisor supaya kualitas servis yang memuaskan tercapai.
3.      Franchise Mix Adalah Franchise di mana objek komersialisasinya adalah gabungan produk dan jasa.
Contoh franchising
1.      Contoh franchising dari dalam negeri


Mungkin bagi masyarakat Indonesia logo ini sudah tidak asing lagi, alfamart dan indomart ialah sebagian contoh kecil usaha franchise yang bergerak di bidang penjualan barang-barang makanan dan minuman keseharian.
Add caption
    
Selain alfamart dan indomart, usaha franchise yang terkenal di Indonesia ialah es teller 77 yang bergerak di bidang penjualan es, bakso malang “cak eko” menjual bakso malang, Produk-produk yang di tawarkan pun sangat mengundang selera. Selain produk-produk tadi sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh franchise yang lain yang ada di Indonesia, itu hanya sebagian kecil dari usaha franchise yang ada di Indonesia. Usahawan asing maupun local berlomba dengan menjual nama, merek dan produk yang mereka beli dari franchisor demi mencapai keuntungan yang di inginkan. Selain produk dari dalam negeri di Indonesia pun terdapat banyak usaha franchise yang di beli dari luar negeri dan di kembangkan di tanah air ini, dan persaingan pun terjadi antara produk luar negeri yang di jual di Indonesia dengan produk Indonesia sendiri.

2.      Contoh franchising dari luar negeri
 

Add caption

Add caption


       
Produk asing yang tak kalah menarik yang berada di dunia pasar Indonesia ialah seperti Carrefour, stabucks coffee, mc Donald, dengan berbagai macam produk yang di jualnya membuat persaingan yang sangat ketat dengan perusahaan frienchise dalam negeri.
Hukum-hukum franchiseing di indonesia
Pemerintah indonesia memberikan perhatian lebih pada system-sistem atau bisnis waralaba yang ada di indonesia dengan memberikan ketentuan berupa hokum-hukum tentang waralaba itu sendiri, hokum-hukum tersebutlah yang akan menjadi kaidah yang harus dipatuhi oleh setiap franchisor dan franchising yang melakukan kegiatan franchise atau waralaba. Di indonesia ini sendiri hokum-hukum tentang waralaba mulai di terapkan pada tanggal 18 juni 1997 dengan di keluarkannya PP No. 16 tahun 1997 yang kemudian diganti oleh PP No.42 tahun 2007 tentang kegiatan waralaba atau franchise.  Selain itu ada pula beberapa  ketentuan lain atau peraturan lain yang mendukung format kegiatan waralaba ini. Antara lain :
·         30 juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
·         Peraturan Mentri Perindustrian dan Perdagangan RI No.31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Pentelenggaraan Waralaba.
·         Undang Undang No.14 Tahun 2001 tentang Paten.
·         Undang Undang No.15 Tahun 2001 tentang Merek.
·         Keputusan Mentri Perindustrian dan Perdagangan RI no.269/MPP/KEP/7/1997 tanggal Undang Undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Keuntungan dan kerugian melakukan bisnis franchising atau waralaba
keuntungan
·         Bagi franchisor, kegiatan franchise dapat mempercepat berluasan bidang usahanya.
·         Bagi franchisor, tidah membutuhkan modal yang relative besar.
·         Franchisor dapat membuat cabang sebanyak banyaknya sehingga dapat memperkuat pemasaran.
·         Tingkat pengembalian investasi bagi franchisor tinggi. Karena adanya beberapa biaya kontribusi dari franchisee.
·         Bagi franchisee, hanya perlu modal yang sedikit untuk suatu nama dagang yang telah dikenal.
·         Bagi franchisee, adanya suatu pelatihan khusus dari franchisor.
·         Karena modalnya kecil, maka tingkat resiko bisnis bagi franchisee pun relative kecil.
·         Bagi keduanya, dapat membentuk kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi.
Kerugian
·         Terkadang yang menjadi kendala adalah karena monitoring yang lemah.
·         Tidak adanya perjanjian yang tegas antara franchisee dengan franchisor.
·         System operasional yang terlalu rumit
·         Bagi franchisee, terkadang merugi karena pengembalian investasi bagi franchisor terlalu tinggi.
·         Didalam proses pelaksanaannya pun terkadang, antara franchisee dengan franchisor tidak ada konsistensi sesuai kontrak kerjasamanya.