Selasa, 31 Mei 2011

kenangan adalah pelajaran

kenangan hanyalah kenangan sebuah harapan baru yang datang akan membuat semangat yang akan di jalankan semangat baru untuk mencari masa depan, semangat baru untuk hidup lebih baik. hanya dengan pelajaran yang disimpulkan di sebuah kenangan, baik pait, manis dan segalanya.
berusaha tuk tinggalkan cerita dan kenangan di masa lalu kembali menata masa depan itulaah yang paling penting perjuangan hidup memang sangatlah berat tuk lepaskan beban yang sangat meengikat kepada siapa aku harus bertanya? kepada siapa aku meminta pertolongan? haruskah ku hentikan waktu yang sedang berjalan tapi semua itu tak mungkin ku lakukan hanya tuhan yang mengatur segalanya dan hanya tuhan lah yang bisa merubahnya hanya dengan ketabahan dan semangat juang !

cerita lucu sidang jumaat

"bapak-bapak ahli jumaah yang saya hormati, jalan ke surga itu tak mudah semudah yang di bayangkan. untuk melewatinya kita harus berjalan di atas batu-batu kerikil yang tajam dan panas" kata ustadz waktu ceramah di mimbar. udin pun kaget dan terbangun mendengar ceraham sholat jumaat pak ustadz dan berkata " wahh berarti selama ini kemanain uang kotak amal kita? ko jalan ke surga masih belum di hotmic (aspal)??" tanya udin kepada pak ustadz.. ustadz pun terdiaam......?!@#$%^&*(*^%$#@ "

penyemangat

gerimis hujan basahi bumi temani kegelapan dalam diri, hampa tanpa cahaya menyinari jiwa, sedih, bingung, tak coba memahami diri apa yang kan ku perbuat nanti? cara, ikhtiar, adalah jalan, hasil adalah solusi. jadikanlah kesedihan sebagai kesenangan perobat salah kesenangan lupakan sejenak kesedihan dan hadapilah dengan senyuman. katakan iya bila itu memang ya katakan tidak bila itu tidak pastikan hati yang berbicara kehidupan adalah nyata, perjuangan adalah suatu usaha hadapilah semuanya dengan kesenangan sabar, ikhlas, adalah satu kunci tuk mendapatkan ketenangan dengan ketenangan semuanya akan terasa lebih nyata. semangatlah kawan !!

siti sedunia

emang cuman udin aja yang sedunia, siti juga kali!! siti sedunia !! siti yang pertama : namanya siti awaliyah siti yang suka di kamar : namanya siti kamariah siti yang hidup di tanah : namanya siti fattanah siti yang suka merokok : namanya siti suryani siti yang penggembala sapi : namanya siti sapi'ah siti yang alim yang suka kemesjid : siti halimah siti yang sering berdoa : namanya siti aminah siti yang mata duitan : namanya siti ropeah siti yang tidak stres : namanya siti sadarriah siti yang lagi bunting : namanya siti hamiliyah siti yang terakhir : namanya siti akhiriah maap yaaahh bagi yang namanya siti. ini hanya sebuah lelucon yang tujuannya hanya untuk menghibur anda !!

UANG DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

UANG Pengertian Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung. Sejarah Uang Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati. Sebelum menggunakan uang, orang menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak , manik-manik, dan gigi binatang. Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya. Fungsi Uang Sebagai alat untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhan hidup, uang membawa beberapa fungsi. Fungsi uang dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu : fungsi asli dan fungsi turunan. 1. Fungsi Asli o Alat Tukar o Alat Satuan Hitung o Alat Penyimpanan Nilai 2. Fungsi Turunan o Alat Pembayaran o Alat Pembayaran Utang o Alat Penyimpan Kekayaan o Alat Pemindah Kekayaan Jenis-Jenis Uang Penggolongan jenis uang itu terdiri atas dasar lembaga yang mengeluarkannya, bahan uang, dan nilai uang, yaitu : 1. Berdasarkan Lembaga Yang Mengeluarkannya o Uang Kartal ( uang logam dan uang kertas ) o Uang Giral ( cek, bilyet giro ) 2. Berdasarkan Negara Yang Mengeluarkannya o Uang Dalam Negeri o Uang Luar Negeri 3. Berdasarkan Bahan Uang o Uang Logam o Uang Kertas 4. Berdasarkan Nilai Uang o Uang Nilai Penuh o Uang Nilai Tidak Penuh Syarat-Syarat Uang 1. Dapat diterima secara umum (acceptable) 2. Tahan lama atau tidak mudah rusak (durability) 3. Ringan dan mudah dibawa (portability) 4. Nominalnya harus dapat dipeca-pecah 5. Tidak mudah dipalsukan Teori Uang Teori nilai uang ini membahas tentang masalah-masalah nilai uang. Nilai mata uang ini menjadi suatu perhatian oleh para ekonom. Karena tinggi atau rendahnya nilai mata uang sangat mempengaruhi terhadap kegiatan ekonomi. Teori uang yang terdiri atas dua teori yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis 1. Teori Uang Statis adalah teori yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan, yang termasuk dalam teori uang statis adalah : o Teori Metalisme ( KMAPP) o Teori Konvensi ( Devanzati dan Montanari) o Teori Nominalisme o Teori Negara 2. Teori Uang Dinamis adalah mempersoalkan sebab terjadinya perubahan nilai mata uang , yang termasuk dalam teori uang dinamis adalah : o Teori Kuantitas ( David Ricardo) o Teori Kuantitas ( irving fisher) o Teori Persediaan Kas o Teori Ongkos Produksi PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Seperti yang kita ketahui setiap negara pasti terus menerus melakukan pembangunan guna mencapai negara yang lebih sejahtera dan maju, pembangunan dilakukan juga oleh Indonesia selaku negara yang sedang berkembang. Adapun sumber pembiayaan pembangunan yang utama adalah berasal dari pajak tapi pajak bukan satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan, ada sumber lainnya dan ada beberapa sumber juga yang dapat dijasikan sumber alternatif. Empat sumber konvensional untuk pembiayaan pembangunan adalah : 1. Sumber-sumber Domestik Sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan yang secara garis besar dikategorikan bersumber dari pajak dan non pajak. Kajian mengenai sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan menunjukkan bahwa ketersediaan dan mobilisasi sumber-sumber dana domestik, merupakan persyaratan bagi pembentukan modal riil dan pada gilirannya pembagunan nasional. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika sumber-sumber dimobilisasi dan ditransformasikan secara efisien menjadi kegiatan produktif. Penciptaan sumber-sumber domesti untuk menabung dan menanamkan modal secara produktif merupakan landasan utama pembangunan yang berkelanjutan. 2. Investasi Asing Pembahasan lebih fokus pada penanaman modal asing sebagai salah satu komponen aliran modal yang masuk ke suatu negara menunjukkan bahwa penanaman modal asing merupakan aliran modal yang relatif stabil dan mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal lainnya, misalnya portofolio investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan PMA tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang (seperti halnya investasi portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang luar negeri). 3. Perdagangan Internasional Perdagangan internasional diharapkan dapat menjadi mesin dari pertumbuhan ekonomi. Guna mengembangkan perdagangan internasional, setidaknya diperlukan dua hal yaitu penciptaan persaingan sehat di dalam negeri untuk meningkatkan daya saing serta peningkatan akses pasar perdagangan internasional. 4. Utang dan Bantuan Luar Negeri Berdasarkan pengalaman yang panjang, jika pinjaman tidak direncanakan secara matang dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, tidak dialokasikan scara tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan secara efisien, maka utang luar negeri akan dapat menimbulkan masalah besar dan bahkan menyebabkan fiscal unsustainable. Sejalan dengan amanat GBHN 1999 bahwa Indonesia harus meningkatkan kemampuan pengelolaan dana pinjaman luar negeri dengan tujuan akhir adalah mencapai kemandirian dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karen itu manajemen utang luar negeri harus diperbaiki bahkan diubah untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatannya dan di kontrol sampai pada level yang aman. Selain 4 sumber konvensional utama untuk pembiayaan pembangunan tersebut di atas, terdapat beberapa usulan sumber dana inovatif untuk pembiayaan pembagunan. Setidaknya terdapat 5 konsep sumber dana untuk pembiayaan pembangunan yaitu : 1. Global Public Goods 2. Pembangunan Berbasis Aset 3. Sistem Pajak Global 4. Arsitektur Baru Keuangan Internasional 5. Bank Pembagunan Domestik Secara umum dapat disimpulkan bahwa konsep-konsep alternatif inovasi sumber daya untuk pembiayaan pembangunan cukup mungkin diterapkan di Indonesia namun memiliki tingkat kesulitan yang berbeda karena dikelilingi beberapa faktor permasalahan domestik maupun internasional yang tak bisa dilepaskan. Begitu juga aspek-aspek non ekonomis yang melingkupinya termasuk aspek politik internasional.

revolusi sektor jasa

Sebagai akibat globalisasi, cepatnya tingkat perkembangan bisa sangat dahsyat. Namun, potensi pertumbuhan yang begitu eksplosif biasanya hanya terlihat di sektor manufaktur. Namun, bukan ini persoalannya ada bukti bahwa negara-negara dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di sektor jasa cenderung memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara keseluruhan sebaliknya, negara-negara yang tingkat pertumbuhannya tinggi memiliki tingkat pertumbuhan jasa yang juga tinggi. Hubungan kausalitas-nya masih belum jelas. Namun, ada pula hubungan positif -yang diterima di negara-negara berkembang antara tingkat pertumbuhan manufaktur dan tingkat pertumbuhan secara keseluruhan. Namun, yang kerap terabaikan adalah efek dari tingkat pertumbuhan jasa terhadap agregat pertumbuhan ekonomi terlihat lebih kuat, dibandingkan dengan pengaruh pertumbuhan manufaktur terhadap pertumbuhan secara keseluruhan. Apalagi, ada kecenderungan dari waktu ke waktu, peran sektor jasa yang lebih tinggi dalam perekonomian menunjukkan pertumbuhan jasa yang lebih tinggi tidak lantas menyebabkan turunnya biaya. Dengan kata lain, ongkos jasa tidak turun seiring dengan meningkatnya suplai jasa. Porsi jasa di India begitu besar dan pertumbuhan sektor jasanya jauh lebih cepat dibandingkan dengan Cina. Meskipun Cina jauh lebih kaya dan tumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu. Hal itu menunjukkan bahwa sektor jasa tidak sekadar merespons permintaan dajam negeri (yang pasti lebih tinggi permintaannya di Cina), tetapi juga berpeluang untuk ekspor. Pengalaman pertumbuhan di India menunjukkan bahwa revolusi jasa global jasa yang membuat tingkat pertumbuhan yang cepat dan kemiskinan berkurang adalah hal yang mungkin. Di India, sektor jasa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga ditandai dengan produktivitas tenaga kerja yang tinggi dibandingkan dengan di sektor industri. Tingkat pertumbuhan produktivitas di sektor jasa India sepadan dengan pertumbuhan produktivitas di sektor manufaktur Cina dengan begitu dapat mengurangi kemiskinan dengan kenaikan upah. Pertumbuhan yang didorong jasa bisa berkelanjutan karena globalisasi jasa yang mencapai lebih dari tujuh puluh persen output global, masih dalam tahap awal perkembangannya. Lebih dari itu, pandangan lama bahwa jasa tidak bisa ditransportasi dan tidak bisa diperdagangkan, tidak lagi berlaku untuk penyelenggara jasa nonpersonal modem, yang bisa diproduksi dan diekspor dengan biaya rendah. Negara-negara berkembang bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang didorong jasa, dengan memberikan perhatian yang besar untuk itu. Pengalaman India menawarkan harapan bagi negara-negara berkembang lainnya. Proses globalisasi di akhir abad 20 mendorong ke arah perbedaan pendapatan per kapita yang tajam antara negara-negara industri yang masuk ke pasar global dan sekitar enam puluh negara-negara berkembang yang pendapatanper kapitanya stagnan selama sekitar dua puluh tahun. Tampaknya, negara-negara berkembang itu harus menunggu giliran mereka untuk membangun sampai negara-negara industri raksasa seperti Cina menjadi kaya dan sektor manufaktur yang padat modal menjadi tidak kompetitif lagi. Globalisasi jasa bagaimanapun memberikan peluang alternatif untuk negara-negara berkembang untuk menemukan ceruk pasar, di luar manufaktur, tempat mereka bisa mengembangkan spesialisasi dan mencapai tingkat pertumbuhan yang eksplosif seperti negara industri. Ketika jasa sudah diproduksi dan diperdagangkan di seluruh dunia seperti globalisasi, kemungkinan setiap negara mengembangkan keunggulan komparatif mereka bisa meningkat. Keunggulan komparatif itu bisa dengan mudah ditemukan pada sektor jasa seperti halnya manufaktur dan pertanian. Dijanjikan revolusi jasa negara-negara tidak perlu menunggu untuk sampai ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat.

transformasi industri

Kata transformasi berasal dari dua kata dasar, ‘trans dan form.’ Trans berarti melintasi dari satu sisi ke sisi lainnya (across), atau melampaui (beyond); dan kata form berarti bentuk. Transformasi mengandung makna, perubahan bentuk yang lebih dari, atau melampaui perubahan bungkus luar saja.Transformasi sering diartikan adanya perubahan atau perpindahan bentuk yang jelas, pemakaian kata transformasi menjelaskan perubahan yang bertahap dan terarah tetapi tidak radikal. Walaupun demikian pengertian transformasi sendiri secara konkret masih suatu wacana yang membingungkan, banyak pandangan yang berbeda dari pemakaian kata tersebut yang hanya disesuaikan dengan perspektif parsial para penggunanya. Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya. Secara umum definisi mengenai industri bermacam-macam namun pada dasarnya pengertiannya tidak berbeda satu sama lainnya, adapun definisi menurut Sukirno adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu antara lain adalah pabrik tekstil, pabrik perakitan dan pabrik pembuatan rokok. Dari beberapa pengertian industri maka secara garis besar dapat disimpulkan bahwa industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi barang-barang tertentu dan menempati areal tertentu dengan output produksi berupa barang atau jasa. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa. Maka transformasi industri membahas secara umum tentang perubahan industri Indonesia, seperti industri tekstil, Industri kayu lapis, kertas dan pulp dan elektro. Transformasi industri di Indonesia berubah sejalan dengan perkembangan zaman dan membantu memudahkan kehidupan manusia. Dalam perekonomian transformasi ini juga membantu dalam hal perkembangan perekonomian Indonesia dan menandakan kemajuan dalam perekonomian Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah jenuh dengan tawaran produk dan industri telekomunikasi yang itu-itu saja. Hampir semua provider menghadirkan layanan yang serupa, mulai dan voice, sms, layanan data, mng dan lainnya. Padahal masyarakat membutuhkan layanan lain yang lebih inovatif. Salah satu kesempatan industri telekomunikasi untuk mengembangkan inovasinya adalah melalui penyediaan, multiple sim card. Itu karena, menurutnya, akan memberi kesempatan lebih besar dan memberi optimisme kepada industri telekomunkasi untuk memasuki babak baru, yaitu babak pelayanan broadband base service (BBS). Pada era BBS mi segmentasi pasar tidak lagi menjadi mass market, namun akan fokus pada spesific mar-ket. Karena Indonesia tidak seperti Singapura yang hanya satu pulau, maka komunitas dan segmentasinya jauh lebih luas. "Kita harus mengetahui betul apa spe-Sffik tuntutan, spesifik permintaan di suatu daerah dan spesifik di komunitas, tuturnya. Melihat dari strategi transformasi teknologi & industri, maka program penguasaan dan teknologi pada tahap awal (tahap pertama, kedua, ketiga) lebih dititik beratkan pada aspek pengalihan dan penguasaan teknologi di industri, dengan dukungan laboratorium-laboratorium penunjang yang selama ini dikoordinasikan di bawah puspiptek. selanjutnya, pada tahap keempat (penelitian dasar) dari strategi transformasi itu yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laboratorium-laboratorium puspiptek dapat dikaitkan dengan lembaga litbang lainnya. Pengembangan teknologi lebih mengarah kepada technology push, dimana penguasaan iptek didasarkan atas kegiatan penelitian karena rasa ingin tahu lebih banyak dan bagaimana pengembangan selanjutnya, tanpa atau sedikit mempertimbangkan aspek kebutuhan pasarnya. Dewan riset nasional anggotanya terdiri dari para pakar dan Manajer litbang, sejak berdirinya dewan tersebut telah Menghasilkan apa yang disebut dengan program utama nasional Riset dan ternologi (punas rister) yang meliputi : (1). Program utama kebutuhan dasar manusia; (2). Program utama sumberdaya alam dan energi; (3). Program utama industri; (4). Program utama pertahanan dan keamanan; (5). Program utama sosial, ekonomi, budaya, falsafah, hukum, dan perundang undangan.

MODERNISASI PERTANIAN

`Modernisasi pertanian adalah proses perubahan dari tradisional menjadi modern.di negara-negara maju telah banyak berkembang teori-teori mengenai modernisasi yang dianggap sukses menyejahterakan negaranya. Namun teori-teori tersebut rupanya kurang relevan diterapkan di negara-negara berkembang. Pasalnya banyak negara berkembang yang hingga kini masih belum mengalami kemajuan yang signifikan. Teori Struktural Dari perspektif ini, keterbelakangan dan ketergantungan disebabkan oleh eksploitasi yang dilakukan negara maju terhadap negara berkembang. Eksploitasi tersebut dilakukan dengan modus pengolahan hasil pertanian. Negara berkembang berkewajiban memasok hasil pertanian untuk industri di negara maju. Kondisi struktur seperti ini membuat negara berkembang tidak dapat keluar dari tekanan struktur. Selain itu juga modernisasi pertanian dapat dilihat dari penggunaan mesin penggiling padi, dimana sebelumnya para petani masih menggunakan timbul padi. Beberapa modernisasi padi lainnya yaitu, penggantian pupuk dari pupuk kandang menjadi pupuk urea, pemakaian bibit padi dari bibit local menjadi bibit unggul, penerapan teknik irigasi baru. Dari adanya modernisasi pertanian ini, menimbulkan dampak positif dan juga negatif diantaranya yaitu ; lebih mempercepat pekerjaan petani dengan adanya perkembangan teknologi, hasi pertanian lebih bagus, merusak lingkungan. Zaman Mesopotamia yang merupakan awal perkembangan kebudayaan, merupakan zaman yang turut menentukan sistem pertanian kuno. Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung, dan jutu tulis-juru tulis.Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan. Kebudayaan Mesopotamia bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Pengaruhnya, walaupun sukar didefinisikan secara tepat, memancar ke Siria dan Mesir dan mungkin juga ke India dan Cina. Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitum dan anggur Pengetahuan tentang pertanian kuno di mana pun tidak lebih banyak dari pada di Mesir, di mana pasri yang bertiup dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang menakjubkan. Sepanjang Sungai Nil diciptakan kebun-kebun formal luas, penuh dengan tanaman-tanaman hias eksotik dan kolam kolam berisi ikan dan teratai.

kemiskinan dan ketimpangan pendapatan

1. kemiskinan Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah "negara berkembang" biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang "miskin". Kemiskinan sebagai gejala ekonomi sering dikaitkan dengan ethos kerja yang rendah, malas dan sifat boros. Pada dasarnya konsep kemiskinan dikaitkan dengan perkiraan tingkat income atau pendapatan dan kebutuhan. Kebutuhan dibatasi pada kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar minimum yang memungkinkan seseorang hidup secara layak. Jika tingkat income tidak dapat mencapai kebutuhan minimum maka orang atau keluarga itu disebut miskin. Tingkat income minimum itu merupakan pembatas antara keadaan miskin dan tidak miskin, ini sering disebut garis kemiskinan (poverty line), dan dikenal sebagai garis kemiskinan mutlak (absolute). Ada pula yang disebut kemiskinan relatif, kemiskinan ini tidak ada garis kemiskinannya. Seseorang yang tinggal di kawasan elit, yang sebenarnya memiliki income sudah cukup mencapai kebutuhan minimum, tetapi incomenya masih jauh lebih rendah dari rata-rata income masyarakat sekitarnya. Orang atau keluarga tersebut merasakan dia masih miskin, karena kemiskinan relatif ini lebih banyak ditentukan oleh kondisi lingkungan. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin; • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga; • penyebab sub-budaya ("subcultural"), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar; • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi; • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial. 2. ketimpangan pendapatan Ketimpangan pendapatan adalah gambaran dari sebuah pendistribusian pendapatan masyarakat di suatu daerah/wilayah pada waktu/kurun tertentu. Seperti yang terjadi di negara kita pada jaman orde baru dimana Jakarta, sebagai sentra ekonomi, dalam realitasnya ternyata menggenggam lebih dari 70% uang beredar di Indonesia. Bahkan kurang lebih 80% investasi di Indonesia, baik investasi domestik maupun asing, berlokasi di Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi). Jika 10% saja sisa dari investasi tersebut disebar ke daerah Jawa Tengah, Jawa barat, dan Jawa Timur, berarti seluruh wilayah Indonesia di luar Jawa hanya memegang 10% nilai investasi, padahal wilayah ini menguasai 85% luas seluruh daerah Indonesia. Sehingga tidaklah mengherankan apabila distribusi persentase PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) tahun 1999 di Indonesia sangat timpang, di mana daerah-daerah di Jawa kurang lebih menikmati PDRB antara 11-18%, sementara provinsi seperti Maluku, NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Jambi, dan Bengkulu mendapatkan porsi PDRB kurang dari satu persen (BPS, 2000). Dengan fakta ini bisa dibayangkan betapa lebarnya ketimpangan kegiatan ekonomi, sekaligus menjelaskan ketimpangan pendapatan yang terjadi.

Jumat, 20 Mei 2011

puisi ku

hari ini hari di saat kita bertemu
tak bermaksud dalam hati mencintamu
bergetar hati ini
ku ingin kau selalu ada di sampingku

betapa hatiku gelisah selalu
adakah jalan yang dapat ku temui untuk aku
ku tlah terlambat mencintaimu

hampa kini harapan ku padamu
ku terlambat menyatakan cinta padamu
dalam hati ku berkata tak dapat
biarkan lirihmu terima cintanya padamu


tak pernah di cintai

 intro

*aku di sini sendiri
  tiada yang temani
  berharap kau kembali
  cinta yang telah pergi

 
back to: intro, *

reff : ku takkan pernah menikmati
        betapa sulitnya dicintai
        rindu yang tak pernah mengerti
        betapa hancurnya cintaku kepadamu

melody, beck to: reff

jika nanti

kini kau pergi dari ku tinggalkan ku selamanya
maafkan lah aku
mungkin ku tak akan pernah melupakan dirimu
kau terbaik untuk ku

oh............
maafkan lah aku
oh............
ku cinta dirimu

reff :
       jika nanti aku memilih dirimu
       mungkin kau terbaik untuku
       jika nanti aku menjadi milik mu
       jangan kau tinggalkan diriku

hanyalah diriku yang slalu menanti
bukanlah dirimu yang slalu menantiku
walau aku terjatuh

beck to : reff

lagu untuk mu

dan kini aku terluka
luka karna cinta ini
hatiku pun penuh rasa kesal
kesal karena cinta yang slalu gagal

setiap kali ku bercinta lagi
hanya sakit hati yang ku temukan
oh tuhan tolong ku kali ini
karena ku percaya kau yang menentukan

Reff :
          dan lagu ini tercipta untuk mu
          sebagai rasa rindu yang tak bisa ku bendung lagi
          karena aku masih merindu mu
          masih mencintaimu sama seperti dulu

kebijakan perdagangan internasional

1.      Pengertian
Sebelum berbicara tentang kebijakan perdagangan internasional alangkah baiknya kita bahas sedikit tentang apa yang di maksud dengan perdagangan internasional itu sendiri. Apa yang di maksud dengan perdagangan internasional? Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Masyarakat tersebut bias berupa individu dengan individu, individu dengan pemerintah atau juga antar satu pemerintah dengan pemerintah lainnya yang di luar Negara.  Perlu di ketahui di beberapa Negara banyak sekali yang menggunakan perdagangan internasional untuk meningkatkan GDP. Setiap negara mempunyai kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian dalam negeri mereka dari dampak negatif persaingan yang ditimbulkan dalam perdagangan internasional. Perdagangan internasional memungkinkan masuknya barang-barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Jika barang dan jasa dari luar negeri lebih banyak dan lebih diminati oleh masyarakat dibandingkan produk dalam negeri, maka hal itu akan berdampak buruk bagi perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuat suatu kebijakan perdagangan internasional.
2.      Macam-macam kebijakan perdagangan internasional
·         Tarif atau bea masuk
Pemerintah menetapkan kebijakan bahwa setiap barang yang diimpor harus membayar pajak, yang dikenal sebagai tarif atau bea masuk. Tujuan utama dari tariff atau bea masuk ini adalah sebagai berikut :
o   Menghambat barang atau jasa dari luar negeri
o   Pajak atau bea masuk akan menambah harga jual suatu barang/ jasa impor, sehingga diharapkan harga barang produksi dalam negeri akan lebih murah dari harga barang produksi luar negeri yang diimpor tersebut. Hal ini dapat melindungi barang/ jasa produksi dalam negeri karena lebih murah dan lebih bisa bersaing untuk memperebutkan pelanggan.
o   menambah pendapatan pemerintah dari pajak.

·         Kuota
      Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor. Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
·         Subsidi
Agar produksi di dalam negeri dapat ditingkatkan maka pemerintah memberikan subsidi kepada produsen dalam negeri. Subsidi yang diberikan dapat berupa mesin-mesin, peralatan, tenaga ahli, keringanan pajak, fasilitas kredit, dll. Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
·         Politik dumping atau diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain. Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.


Jumat, 13 Mei 2011

INFLASI

Pengertian

Inflasi adalah keadaan ekonomi dimana terjadi ekspansi kredit dan uang. Akibat ekspansi kredit, nilai mata uang (yang mengalami ekspansi) akan menurun atau harga-harga akan mengalami kenaikan. Inflasi bukan karena naiknya harga-harga, tetapi kenaikan harga-harga adalah gejala yang diakibatkan oleh inflasi, artinya harga dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu (berkelanjutan). Inflasi adalah indicator untuk melihat tingkat perubahan, dan di anggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus menerus dan saling terpengaruh antara satu dan lainnya.Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Inflasi di golongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun. 

Faktor penyebab inflasi

Inflasi mengacu pada kenaikan harga yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Ada banyak penyebab inflasi, tergantung pada sejumlah faktor. Sebagai contoh, inflasi dapat terjadi ketika pemerintah mencetak kelebihan uang untuk menangani krisis. Akibatnya, harga akhirnya meningkat pada kecepatan yang sangat tinggi untuk bersaing dengan surplus mata uang.  Penyebab umum lainnya dari inflasi adalah kenaikan biaya produksi, yang menyebabkan kenaikan harga produk akhir. Sebagai contoh, jika bahan baku naik harganya, ini menyebabkan biaya produksi meningkat, yang pada gilirannya menyebabkan perusahaan menaikkan harga untuk menjaga keuntungan. biaya tenaga kerja / upah juga dapat menyebabkan inflasi.  Inflasi juga bisa disebabkan oleh pemberi pinjaman internasional dan hutang nasional. Negara meminjam uang, mereka harus berurusan dengan kepentingan, yang pada akhirnya menyebabkan harga naik. Nilai tukar juga dapat menyebabkan inflasi, karena pemerintah akan harus berurusan dengan perbedaan dalam impor / tingkat ekspor.  Perang pun juga sering menyebabkan inflasi, karena pemerintah harus mengembalikan uang yang dihabiskan dan mengembalikan dana yang dipinjam dari bank sentral. Perang sering mempengaruhi segala sesuatu dari perdagangan internasional untuk biaya tenaga kerja untuk permintaan produk, sehingga pada akhirnya selalu menghasilkan kenaikan harga.

Cara mengatasi Inflasi
 
1. Kebijakan Moneter Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut: Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi. Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah. Peningkatan cash ratio: Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
2. Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut: Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.  Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak.
3. Kebijakan Non Moneter Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut: Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya Menekan tingkat upah. Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan    hargamaksimal. Pemerintah melakukan distribusi secara langsung. Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara melakukan sneering (pemotongan nilai mata uang). Senering ini pernah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1960-an pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah memotong nilai mata uang pecahan Rp. 1.000,00 menjadi Rp. 1,00. Kebijakan yang berkaitan dengan output. Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga. Kebijakan penentuan harga dan indexing. Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price.
4. Kebijakan Sektor Riil Kebijakan sektor riil dapat dilakukan melalui instrument berikut: Pemerintah menstimulus bank untuk memberikan kredit lebih spesifik kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Contohnya bank BRI mencanangkan tahun ini sebagai Microyear.  Menekan arus barang impor dengan cara menaikkan pajak.  Menstimulus masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri.

PENGANGGURAN



1.      Pengertian
Pengangguran adalah seseorang yang masih termasuk angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan namun tak kunjung mendapatkan pekerjaannya, sedangkan orang yang tidak butuh dengan pekerjaan contohnya adalah ibu rumah tangga, pelajar smp, sma dan atau mahasiswa. Di Indonesia sendiri pengangguran di perkirakan masih akan berada di kisaran 10 persen. Target pertumbuhan ekonomi yang berkisar sebesar 5,5 persen akan dinilai tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja produktif. Hal itu terjadi di larenkan kurangnya lapangan kerja yang di sediakan oleh pemerintah.
Rumus penghitungan tingkat pengangguran pada suatu wilayah bias di dapat dari presentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja. Yaitu tingkat pengangguran = jumlah yang menganggur : jumlah angkatan kerja x 100%
2.      Jenis-jenis pengangguran

o   Pengangguran friksional / frictional unemployment

Penganggurang friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang di sebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Bias saja terjadi karena penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tersebut tidak mampu memenuhi persyaratan yang di tentukann oleh pembuka lapangan kerja. Jadi singkatnya ialah pengangguran ini belum menemukan waktu yang tepat, pekerjaan yang tepat, dan perusahaan yang tepat untuk bekerja. Semakin maju suatu perekonomian daerahnya makan akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusianya. Pengangguran ini bukan merupakan masalah serius seperti pengangguran siklis atau structural. Namun jika pengangguran friksional ini banyak berada di suatu Negara maka efeknya tidak hanya mempengaruhi perekonomian masyarakat, tetapi produktivitas perusahaan karena kurangnya tenaga kerja. Dan yang pada akhirnya nanti akan berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi nasional

o   Pengangguran structural / structural unemployment

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, struktur ekonomi Indonesia pada awalnya adalah cendrung ekonomi agraris yang menekankan pada sector pertanian. Dewasa ini, secara perlahan-lahan Indonesia berubah menjadi Negara industry. Hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat pengangguran. Tenaga kerja yang ada dan siap berkerja sudah terpola untuk berkerja dibidang pertanian, sedangkan kesempatan kerja yang tersedia bukanlah dibidang pertanian melainkan dibidang industri. Dengan demikian, tenaga kerja tersebut tidak akan mendapatkan perkerjaan dan mereka tidak bisa berkerja dibidang industri . pengangguran yang demikian yang disebut dengan pengangguran struktural.
Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh dua kemungkinan , yaitu
  1. Akibat Kurangnya Permintaan
  2. Akibat Kemajuan dan Penggunaan Teknologi
o   pengangguran konjungtural atau pengangguran siklikal
Pengangguran konjungtural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik turunnya) kehidupan perekonomian. Pada saat perekonomian mengalami masa resensi (kemunduran) dan masa depresi (kehancuran), perusahaan-perusahaan banyak yang mengalami kerugian. Jika perusahaan dalam keadaan merugi, sebagian tenaga kerjayang diperkerjakan tidak dapat diberi gaji sehingga perusahaan akan mengambil kebijakan Pemutusan Tenaga Kerja (PHK) terhadap sebagian tenaga kerjanya. Mereka yang di-PHK akan menjadi pengangguran, dan pengangguran ini yang di sebut pengangguran konjungtural.
3.      Dampak negative pengangguran
o   Kemiskinan adalah akibat utama dari pengangguran. Walau awalnya memiliki banyak uang, orang yang mengaggur dalam waktu  lama akan menjadi miskin secara perlahan
o   Dari kemiskinan tersebut, akan timbul masalah lain seperti tindak criminal yang semakin banyak, meningkatkan jumlah pengemis atau gelandangan.
o   Secara individu, tentu orang yang mengaggur akan stress dan depresi. Tak hanya karena bias memenuhi kebutuhan hidup, ia bias saja akan di kucilkan oleh masyarakat. Dan karena semua itu bias saja penganggur tersebut menyelesaikannya dengan berbuat anarkis seperti menjadi preman yang sangat merugikan orang banyak, atau bunuh diri.
4.      Cara mengatasi pengangguran
Untuk menghindari dampak negative di atas tadi, di perlukan beberapa cara untuk mengatasi pengangguran.
o   Mengadakan pendidikan gratis bagi yang kurang mampu. Salah satu penyebab dari pengangguran ialah  rendahnya tingkat pendidikan seseorang, sehingga ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan susah untuk mendapatkan pekerjaan. Di Indonesia sendiri contohnya banyak pengangguran yang kebanyakan karena tingkat pengetahuan yang sangat minim akibat dari tingkat pendidikannya.
o   Pemerintah sebaiknya menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran yang meningkat tiap tahunnya. Tetapi tidak hanya pemerintah, semua masyarakat pun tentunya yang berada atau kaya di himbau untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada masyaraka lain di bawahnya. Di Indonesia masyarakat yang tingkat perekonomiannya di atas kebanyakan lupa dengan masyarakat lain yang di bawah.
o   Pemerintah di harapkan mendirikan bantuan kredit atau langsung kerja sama dengan bank-bank tertentu untuk memberikan kredit pada masyarakat yang kurang mampu. Kredit tersebut di harapkan dapat membatu mereka untuk mendirikan suatu usaha, misalkan UKM atau sejenisnya.
o   Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (balai latihan kerja) yang didirikan di daerah-daerah terpencil sebanyak mungkin. Hal ini juga termasuk cara mengatasi pengangguran, sehingga orang yang tidak berpendidikan tinggi pun bias bekerja dengan modal keterampilan yang suudah mereka miliki.
o   Sebagai antisipasi, pelajar perlu di berikan pendidikan non formal. Pendidikan non formal bias berupa keterampilan khusus, kemampuan berkomunikasi atau peningkatan EQ, serta diarahkan untuk menjadi lulusan sekolah yang mampu menciptakan suatu lapangan pekerjaan. Bukan semata-mata sebagai lulusan sekolah yang hanya bias melamar pekerjaan.